Suasana di Yaman selatan kembali memanas. Kali ini, ketegangan memuncak antara kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab dan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Menanggapi eskalasi ini, Indonesia pun angkat bicara.
Lewat sebuah pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan sedang memantau situasi dengan cermat. Pemerintah kita mendorong semua pihak yang bertikai untuk menahan diri.
"Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri,"
begini bunyi pernyataan resmi Kemlu yang dikutip Rabu (7/1/2025).
Tak cuma sekadar imbauan, Jakarta menekankan pentingnya jalan dialog. Menurut Kemlu, satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan adalah dengan mengedepankan percakapan politik yang benar-benar inklusif dan menyeluruh. Tanpa itu, sulit membayangkan jalan keluar dari kebuntuan ini.
Artikel Terkait
Herdman Pertimbangkan Pemain Indonesia Timur yang On-fire untuk FIFA Series 2026
Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina
Trump Serang Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai Sakit Jiwa Usai Protes di Kongres
Vonis 9-13 Tahun Penjara untuk Lima Terdakwa Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun