Laporan dari Lampung Tengah: Seorang Jurnalis Laporkan Pengeroyokan ke Polres
Lampung Geh – Fery Syahputra, seorang jurnalis iNews TV, mendatangi Polres Lampung Tengah. Ia melaporkan sebuah kejadian yang ia alami sebagai dugaan pengeroyokan dan kekerasan. Laporan itu sudah resmi masuk untuk ditindaklanjuti.
Semua ini berawal di Rumah Dinas Bupati setempat, Selasa lalu sekitar pukul sebelas pagi. Lokasinya persis di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Gunung Sugih. Menurut Fery, ia ke sana untuk meliput kabar yang beredar soal Operasi Tangkap Tangan KPK. Isunya, operasi itu ada kaitannya dengan Bupati Lampung Tengah. Sayangnya, ketika ia tiba, acara yang dimaksud ternyata sudah usai.
Karena acara sudah bubar, Fery pun menuju ke dapur rumah dinas. Biasanya, area itu jadi tempat kumpul para awak media.
“Karena saya terlambat dan acara sudah berakhir, kemudian saya menuju ke dapur rumah dinas bupati tempat media dan jurnalis berkumpul,” jelas Fery.
Di dapur, ia melihat dua orang asing sedang duduk. Tak lama berselang, salah satunya mendatanginya dan menyuruhnya pergi dari rumah dinas itu. Fery pun keluar.
Saat berjalan di lorong samping, ia berpapasan dengan seseorang yang dikenalnya: Ruslyanto, mantan anggota DPRD yang pernah tersandung kasus korupsi. Fery lalu menyapanya. Namun, sambutannya tak ramah.
“Saya berkata, ‘Pak Haji kelihatannya benci banget apa sama saya, kok mukanya ditekuk begitu’. Kemudian beliau menjawab, ‘Iya saya benci sama kamu, kenapa’, sambil mendatangi saya dan menyundul kepala saya dengan menggunakan kepalanya,” ungkap Fery.
Setelah sundulan itu, situasi langsung berubah kacau. Sekitar enam atau tujuh orang yang tak dikenalnya langsung mengerumuni Fery. Mereka mencekik lehernya, mencengkeram kerah baju depan dan belakang dengan kasar. Di tengah kerumunan itu, Ruslyanto disebutkan menampar mulut Fery menggunakan punggung tangan.
Yang bikin merinding, di tengah kekacauan itu, Fery mendengar ancaman dari salah satu pelaku.
“Ada satu orang yang berkata kepada saya, ‘Kamu sudah saya tandai dari lama’,” kata Fery.
Untungnya, keributan itu akhirnya dihentikan oleh sejumlah orang yang memisahkannya. Fery segera meninggalkan lokasi. Tapi rupanya, belum selesai. Di depan pagar rumah dinas, orang yang tadi mengancam itu meludah ke arah wajahnya. Fery berhasil menghindar.
Dengan kondisi yang masih terguncang, Fery memutuskan untuk melaporkan seluruh kejadian ini ke Polres Lampung Tengah. Ia ingin kasus dugaan pengeroyokan dan kekerasan ini diproses secara hukum. Sekarang, bola ada di tangan pihak kepolisian.
Artikel Terkait
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur Tewaskan Dua Orang, Puluhan Luka-Luka
PSM Makassar Takluk 2-0 dari Bali United Usai Kartu Merah di Babak Pertama
Tabrakan Frontalka Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jalur Kereta Lumpuh Total
Harga Minyak Goreng Meroket, INDEF Ungkap Lonjakan Biaya Plastik Kemasan Ikut Jadi Pemicu