Sore itu, Lapangan Banteng bersiap menyambut puncak kemeriahan. Parade akbar perayaan Imlek 2026 akhirnya bergulir, merentang dari halaman Gereja Katedral Jakarta menuju lapangan ikonik itu. Kerumunan sudah terlihat sejak awal, dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Menag Nasaruddin Umar dan Gubernur Maluku, Sherly Tjoanda.
Suasana mulai hidup sekitar pukul empat lebih. Di depan Katedral, titik awal parade, keriuhan sudah terasa. Tak cuma dua tokoh tadi, Wamendiktisaintek Stella Chrstie juga terlihat hadir, menyemarakkan acara.
Pembukaannya sendiri cukup unik. Tiga pilar masyarakat diwakili seorang Romo dari Katedral, Menag Nasaruddin dari Masjid Istiqlal, dan Sherly Tjoanda sebagai perwakilan daerah bersama-sama memukul bedug. Bunyinya menggema, menandai dimulainya Parade Imlek Nusantara.
Lalu, ribuan peserta pun bergerak. Dominasi warna merah dan kuning terlihat di mana-mana, dari pakaian hingga kostum yang dikenakan. Mereka membawa poster bertuliskan "Harmoni Imlek Nusantara", pesan yang ingin disuarakan dalam keragaman.
Paradenya sendiri benar-benar memadukan banyak unsur. Barisan polisi berkuda membuka jalan. Lalu, deretan barongsai dan lampion naga yang warna-warni menyusul. Suara gemuruh drum band, kehadiran ondel-ondel Betawi, dan atraksi kuda lumping menambah semarak. Bahkan, ada juga yang berdandan jadi Sunggokong, si Kera Sakti yang legendaris itu. Total, ada 468 orang yang terlibat menghidupkan karnaval ini.
Namun begitu, sorotan lain ternyata masih menunggu. Kabarnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga akan menyambangi acara ini.
"Yang akan menghadiri direncanakan adalah Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, kepada awak media.
Robby juga menjelaskan persiapan logistiknya. Polda menyiapkan enam kantong parkir yang bisa menampung sekitar seribu kendaraan. Rute paradenya jelas: start dari Katedral, lalu ke Tugu Adipura.
"Dan lanjut lagi ke kantor Pos, terus dari kantor Pos nanti ke Jalan Lapangan Banteng Utara, terus belok kiri masuk ke pintu Lapangan Banteng Barat," tambahnya merinci.
Jadi, sore itu Jakarta disuguhkan sebuah perhelatan yang bukan sekadar pesta. Lebih dari itu, ia adalah gambaran nyata harmoni dalam keberagaman, berjalan beriringan di tengah kota.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus Hunting dan Pesta Narkoba Komplotan Begal Petugas Damkar di Gambir
MMA Indonesia Serukan Kolaborasi dan Implementasi AI untuk Dongkrak Industri Kreatif Rp1,7 Triliun
BNN Aceh Musnahkan Hampir 5 Kg Sabu, Sisa 5 Gram untuk Sidang
BRIN Jajaki Kerja Sama Nuklir dengan Rosatom Rusia untuk Transisi Energi