Namun begitu, aturan baru tak cuma soal lokasi berhenti. Kriteria pengemudinya juga jadi sorotan. Nanik menegaskan, sopir pengantar MBG haruslah profesional di bidangnya. Bukan sopir dadakan atau orang yang baru belajar nyetir.
Ia bahkan mengingatkan para mitra penyedia jasa agar tidak cuma memilih yang murah. Imbasnya bisa serius.
Di sisi lain, peran Kepala Satuan Pelaksana Penyediaan Gizi (SPPG) juga ditekankan. Mereka diminta untuk mengatur jam kerja dengan lebih baik, agar bisa memantau proses distribusi dari awal sampai akhir.
Langkah-langkah ini diharapkan bisa mengembalikan keamanan dan ketertiban dalam program yang sejatinya mulia ini. Soalnya, keselamatan anak-anak di sekolah tak bisa ditawar lagi.
Artikel Terkait
Malaikat di Roma yang Mirip PM Meloni Picu Polemik Politik
Utusan AS dan Rusia Gelar Pembicaraan Rahasia di Florida, Bahas Jalan Damai Ukraina
Balita 4 Tahun di Cilacap Tewas Dibunuh dan Dilecehkan oleh Tetangga Sendiri
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak