BMKG Turun Tangan Atasi Cuaca Ekstrem di Sumbar
Operasi pencarian dan perbaikan pascabencana di Sumatra Barat terkendala cuaca. Hujan hampir tiap hari, deras. Ini bukan cuma soal genangan, tapi langsung mengancam keselamatan para petugas di lapangan dan menghambat pekerjaan.
Kondisinya memang serba sulit. Tim SAR dan pekerja proyek harus ekstra waspada. Ancaman itu nyata: longsor susulan bisa datang kapan saja, banjir kiriman, atau sungai yang tiba-tiba meluap. Semua itu bikin proses pemulihan jalan dan jembatan jadi tersendat-sendat.
Nah, untuk mengatasi hal itu, BMKG Sumbar akhirnya memutuskan untuk melakukan rekayasa cuaca. Langkah ini diambil meski sebenarnya, secara klimatologis, Desember masih puncak musim hujan di wilayah tersebut. Tapi keadaan memaksa.
Rekayasa akan difokuskan di titik-titik rawan, terutama lokasi utama operasi SAR dan proyek infrastruktur.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi
Di Balik Rerimbunan Srengseng, Babeh Icam Bertahan Setia Meski Demam Akik Sudah Redup
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status
Kisah Tukang Es Gabus: Simpati yang Menguap Saat Korban Berbalik Ngelunjak