Pak Presiden! "Jangan Ajarkan Kami Kata Sabar"
✍🏻 Cut Meutia
Desember 2004. Gempa dan gelombang raksasa menghajar Aceh tanpa ampun. Dalam sekejap, provinsi itu lumpuh total. Gelap. Sunyi. Ribuan nyawa tersapu, hilang begitu saja dalam amukan air laut.
Dalam situasi kacau-balau itu, ada sosok yang bergerak cepat: Jusuf Kalla. Begitu dapat laporan korban bisa mencapai ribuan, dia langsung bertindak. Tak tunggu besok, tak pusingkan administrasi berbelit, apalagi menunggu kamera atau rapat tanpa ujung. Dia pasang badan, tabrak aturan sekalipun, demi satu hal: menyelamatkan nyawa sebanyak-banyaknya.
Padahal, saat itu JK bukan presiden. Kekuasaan penuh tak ada di tangannya. Tapi ketegasannya tak terbantahkan.
Lalu, bandingkan dengan sekarang.
Kita punya Presiden berlatar belakang militer. Semua kewenangan ada di genggamannya. Tapi, entah kenapa, ketegasannya tak sampai seperti yang dulu ditunjukkan JK. Ketika tekanan dari dunia internasional makin keras, dengan lantang dia bilang, "Indonesia Bisa Menanganinya."
Namun begitu, saat rakyat yang menuntut, jawabannya justru lain.
Artikel Terkait
Darurat Lahan Sawah: 554 Ribu Hektare Beralih Jadi Perumahan dan Industri
Born to Run: Kisah Dua Keluarga yang Bangkit dari Reruntuhan Kecelakaan
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah