Pemerintah, lewat para petugas di lapangan, terus berupaya menjangkau titik-titik yang sulit. Prabowo tampak mengapresiasi kerja keras mereka. "Saya kemarin dari Takengon, Bener Meriah, saya ke Tamiang, Tamiang sudah tembus dari sini. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada semua petugas, luar biasa pekerjaan mereka," tuturnya.
Di sisi lain, pemulihan infrastruktur penting seperti listrik ternyata belum secepat yang diinginkan. Prabowo mengakui hal itu dengan jujur. Rupanya, kondisi medan yang masih banjir dan berbagai kendala teknis jadi penyebabnya.
"Ya pasti masalah listrik ya ada tidak secepat yang kita harapkan karena kondisi fisik dan kondisi-kondisi alam yang masih kita harus atasi," jelasnya. "Menara-menara itu sangat berat, kemudian ada kendala-kendala, sebagian masih banjir sehingga kabel-kabel tidak bisa tembus."
Meski begitu, ia masih berharap perbaikan bisa menunjukkan progress signifikan dalam waktu dekat. "Tapi insya Allah, kita harapkan ya mungkin satu minggu mudah-mudahan ya," tambahnya.
Di akhir, Prabowo mengingatkan semua pihak untuk tetap realistis. Proses pemulihan pascabencana, kata dia, tidak bisa instan. Pemerintah akan berusaha maksimal, tapi butuh waktu dan kesabaran.
"Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap," pesannya. "Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi semua bekerja keras."
Artikel Terkait
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Tersangka KPK Diduga Targetkan Dana Rp750 Juta
Andrea Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana F1 di Shanghai, Mercedes Dominasi Podium
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air