Media sosial memang punya kecenderungan untuk membesar-besarkan suatu peristiwa. Saya sendiri, yang lagi santai di rumah, tiba-tiba melihat video dari sebuah portal berita itu tersebar ke mana-mana. Viral banget.
Padahal, kalau kita lihat, ini kan cuma soal mobil MBG yang masuk ke area sekolah. Memang ada yang lecet-lecet, tapi ya itu hal biasa dalam kecelakaan. Sama seperti kasus keracunan MBG yang heboh beberapa waktu lalu itu juga dibikin berlebihan. Pada kenyataannya, cuma sakit perut biasa, mungkin karena anak-anak belum terbiasa makan dengan menu yang berbeda.
Menurut saya, sepertinya masih banyak yang belum move on dari hasil pilpres. Dikit-dikit salahin MBG. Dikit-dikit benci sama pemerintah. Semuanya serba salah. Seolah-olah ada upaya sistematis untuk menjatuhkan citra Prabowo.
Di sisi lain, kita juga perlu melihat bahwa program MBG ini sebenarnya sudah memberikan manfaat, terutama bagi kalangan tertentu. Program ini sukses menggerakkan ekonomi di level tertentu.
Daripada terus-terusan nyinyir, mending kita kerja. Apa pun itu. Berkontribusi saja. Pemerintah juga sudah berusaha dengan bansos 900 ribu itu. Harusnya kita bisa lebih bersyukur.
Artikel Terkait
Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Langkah Polri yang Dinilai Membangkang
Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabilitas atau Kekosongan Makna di Era Prabowo?
Mekanisme Ajaib dalam Tubuh: 10.000 Kerusakan DNA Diperbaiki Setiap Hari
31 Januari: Dari Lahirnya NU hingga Misi Antariksa Simpanse Ham