NGANJUK - Suasana mencekam masih menyelimuti Desa Kedungdowo, Nganjuk. Di tepian Sungai Widas, sejumlah rumah warga kini dalam kondisi mengenaskan. Ada yang roboh total, ada pula yang patah separuh, seolah digigit oleh bumi yang tiba-tiba menghilang.
Bukan abrasi atau longsor biasa. Menurut keterangan warga setempat, tanah di sana seperti ditelan ke dalam perut bumi. Kedalamannya mencapai empat hingga lima meter. Lebar tanah yang hilang pun tak main-main, sekitar dua belas meter. Akibatnya, beberapa bangunan terlihat menggantung di tepi jurang buatan alam ini, rapuh dan siap runtuh kapan saja.
Peristiwa ini ternyata bukan kejadian mendadak. Warga mengaku tanah sudah mulai turun secara perlahan dalam dua bulan terakhir. Retakan-retakan kecil awal mulanya, lalu berkembang menjadi kehancuran yang kita lihat sekarang.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk sebenarnya sudah berupaya menanganinya. Mereka menguruk kembali tanah yang amblas dan membangun bronjong dari batu serta kawat di tepi sungai. Namun begitu, upaya itu seolah sia-sia. Tanah urukan dan tanggul yang dibangun kembali ikut amblas, tak mampu melawan proses alam yang masih berlangsung.
Kondisi ini tentu membuat resah. Rumah-rumah di sekitarnya mulai menunjukkan retakan. Kekhawatiran terbesar warga adalah bangunan mereka akan menyusul roboh jika tidak ada tindakan yang lebih serius.
Salah seorang warga, Desi Wirawati, menyuarakan harapannya dengan nada prihatin.
"Saat mulai retak sudah mengungsi," ujarnya di lokasi kejadian, Rabu (10/12/2025).
Desi dan warga lainnya berharap pemerintah provinsi Jawa Timur bisa turun tangan. Mereka membutuhkan penanganan yang lebih kuat dan menyeluruh, sebelum bencana tanah ambles ini menelan lebih banyak korban rumah dan mengusir lebih banyak keluarga dari tempat tinggal mereka.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Bantah Kelangkaan Batu Bara Penyebab Pemadaman Listrik, Soroti Masalah Teknis Operasional PLN
KPK Didorong Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Bali dalam Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA
Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan, Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dinyatakan Lengkap
Kejagung Bekuk Buronan Kasus Penipuan Batu Bara Rp7 Miliar di Bandara Soekarno-Hatta