Erwin, atau Kang Erwin, sebenarnya bukan pendatang baru. Dia terpilih mendampingi Wali Kota Muhammad Farhan untuk periode 2025-2030. Latar belakangnya pengusaha sukses selama dua dekade sebelum akhirnya terjun ke politik lewat PKB pada 2019. Di DPRD dulu, selain anggota komisi, dia juga dikenal sebagai penceramah yang cukup aktif.
Karier politiknya ternyata sejalan dengan akumulasi kekayaan yang cukup signifikan. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbarunya di Maret 2025 mencengangkan. Total hartanya mencapai Rp 25,4 miliar.
Rinciannya didominasi properti: dua belas bidang tanah di Bandung dan Tasikmalaya senilai Rp 23 miliar lebih. Kemudian enam unit kendaraan, termasuk mobil mewah Toyota Alphard. Ada juga utang sebesar Rp 2,6 miliar yang tercatat. Angka-angka yang kini jadi sorotan tajam.
Pemerintahan Berusaha Stabil
Lantas, bagaimana dengan pimpinan tertinggi di balik meja walikota? Wali Kota Farhan mengambil posisi hati-hati. Melalui siaran pers, dia menyatakan penghormatan penuh terhadap proses hukum yang independen.
Farhan mengaku sudah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk memperketat koordinasi internal. Dia juga berjanji memperkuat reformasi birokrasi dan pengawasan. Upaya untuk meredam gejolak, jelas terasa.
Kasus ini masih panjang. Tetapi satu hal pasti: kota ini kembali diingatkan pada pertarungan lama antara kekuasaan dan integritas. Semua mata kini tertuju pada ruang sidang, menunggu babak selanjutnya.
Artikel Terkait
Kumparan Gelar Live Anniversary, Siap Bagikan Hadiah Rp 99 Juta
Dua Organisasi Desak Prabowo Pecat Kapolri, Sorot Pernyataan Lawan Sampai Titik Darah Terakhir
Polisi Tangerang Selatan Pacu Jalan Damai untuk Kasus Guru yang Dilaporkan Orang Tua
Angka Pernikahan Anjlok, Legislator Soroti Ancaman Krisis Keluarga dan Ironi Kekerasan Seksual di Pesantren