Di sisi lain, Gufroni melihat kondisi saat ini sebagai momentum untuk berpikir ulang. Bencana alam terjadi di berbagai tempat, dan eksploitasi tambang nikel, batu bara, dan lainnya sering dituding sebagai salah satu pemicu kerusakan yang luar biasa.
“Saya pikir Muhammadiyah secara lebih bijak untuk tidak memberikan permintaan atau apapun ke pemerintah terkait dengan masalah izin usaha pertambangan,” ujarnya.
Dia lalu menyimpulkan dengan nada sedikit sinis. “Jadi anggap saja Muhammadiyah kena korban ‘prank’ dari pemerintahan sebelumnya.”
Pernyataan itu ditutup dengan harapan agar kejadian ini menjadi pelajaran. “Demikian semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
[VIDEO]
Artikel Terkait
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang
Bareskram Bongkar Kasus Saham Gorengan, IHSG Anjlok Terimbas
Di Balik Viralnya Lea: Perjuangan Seorang Ibu Melawan Kanker di Rumah Kontrakan Hijau