Pertemuan hangat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad, Rabu (10/12), menghasilkan lebih dari sekadar jabat tangan. Intinya jelas: kedua negara ini serius ingin berkolaborasi lebih ketat. Terutama untuk mengatasi ancaman-ancaman yang tak kenal batas negara.
Menurut keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI, komitmen itu ditegaskan kembali. Fokusnya pada tantangan keamanan transnasional yang selama ini jadi momok.
"Kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan keamanan transnasional, termasuk melalui kerja sama konstruktif dalam mencegah dan melawan terorisme dan ekstremisme kekerasan, serta mencegah dan melawan perdagangan ilegal narkotika, zat psikotropika, zat psikoaktif baru dan prekursornya,"
Jadi, dari terorisme sampai peredaran gelap narkoba, Indonesia dan Pakistan sepakat untuk bahu-membahu. Ini langkah strategis, mengingat kompleksnya jaringan kejahatan yang sering kali bersifat global.
Namun begitu, kerja sama mereka nggak cuma soal keamanan. Pakistan, di sisi lain, memberi apresiasi khusus pada upaya Indonesia dalam memperkuat sektor kesehatan. Pujian itu langsung diterjemahkan jadi rencana konkret.
Kedua pemimpin sepakat untuk memperluas kolaborasi di bidang ini. Ruang lingkupnya cukup luas, mulai dari pengembangan SDM kesehatan dan industri farmasi, sampai ke hal-hal yang lebih teknis seperti teknologi kesehatan dan layanan kesehatan digital.
"Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kolaborasi melalui pengembangan kesehatan manusia, layanan kesehatan, farmasi dan alat kesehatan, teknologi kesehatan termasuk kesehatan digital,"
Dan ada satu lagi poin penting yang dibahas. Di tengah cuaca ekstrem dan bencana yang makin sering terjadi, isu perubahan iklim nggak bisa diabaikan. Mereka pun menyepakati langkah bersama untuk manajemen bencana dan membangun ketahanan iklim.
Rencananya, kerja sama ini akan diwujudkan melalui berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan tentu saja, lewat inisiatif-inisiatif bersama di masa depan. Pertemuan bilateral ini, singkatnya, berhasil merajut beberapa benang kerja sama yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih solid dan terarah.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu