Kebakaran di gedung Terra Drone, Kemayoran, Selasa lalu, menelan korban jiwa yang tak sedikit. Sebanyak 22 orang dinyatakan meninggal. Dari sisi RS Polri, ada penjelasan lebih lanjut soal dugaan penyebabnya.
Brigjen Prima Heru Yulihartono dari Rumah Sakit Polri menyebut, para korban diduga tewas karena menghirup gas. "Kemungkinan, karena kita hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan karena menghirup gas," ujarnya dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (9/12).
Saat ditanya gas apa yang dimaksud, jawabannya singkat dan tegas.
"Gas Karbondioksida. CO2."
Pernyataan itu diperkuat oleh Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan dari Karodokpol Pusdokkes Polri. Menurutnya, tim forensik sudah melakukan pemeriksaan awal. Hasilnya, ada tanda-tanda asfiksia alias kekurangan oksigen pada korban.
"Dari tanda-tanda ahli forensik kami bekerja, dari pemeriksaan luar, mengarah indikasi pada asfiksia karena terhirupnya asap dan gas karbondioksida tersebut," jelas Nyoman.
Artikel Terkait
Harga Emas Perhiasan Stabil di Awal Pekan, Berikut Rinciannya
Iran Klaim Serang Empat Pangkasan Udara AS di Timur Tengah dalam Operasi Janji Setia 4
Kue Bolu Bantat untuk Siswa SD Pangkep Kembali Soroti Pengawasan Program Gizi
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt