“Prioritas utama kami jelas: menyelamatkan korban, mengevakuasi jenazah, dan memberikan dukungan medis serta psikologis bagi mereka yang selamat,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Kami memastikan seluruh armada dan personel ditempatkan secara strategis untuk mempercepat proses evakuasi dan pendampingan korban.”
Di tanah, kolaborasi berjalan solid. PMI bekerja sama dengan banyak pihak: Disgulkarmat, BPBD, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, PSKB/Tagana Dinsos, hingga Polsek dan Koramil Kemayoran. Kerja sama erat ini membuat proses penanganan darurat mulai dari pengamanan area, pemindahan korban, sampai pendataan bisa berjalan lebih cepat.
Sayangnya, korban jiwa tak terhindarkan. Dari total 76 korban insiden, 54 orang berhasil selamat. Sedihnya, 22 nyawa melayang. Semua korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk tindakan lebih lanjut.
Kerugian materialnya juga tidak kecil. Perkiraan sementara, kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Menyikapi musibah ini, PMI DKI Jakarta kembali mengingatkan kita semua. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran. Jika melihat kondisi darurat, jangan ragu. Segera hubungi layanan darurat 112.
Artikel Terkait
Menteri Trenggono Pingsan Usai Upacara Duka, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Ketika Ibadah Tak Mampu Menahan Tangan Koruptor
Najis Tak Menghalangi Sholat? Pandangan Unik Madzhab Malikiyah
Dua Anggota Polda Jabar Gugur Saat Bertugas Menolong Korban Longsor