Asap tebal masih mengepul di langit Jakarta Pusat, Selasa siang (9/12), ketika Tim PMI DKI Jakarta tiba di Jalan Letjen Suprapto. Gedung Terra Drone dilalap si jago merah. Dari informasi awal, pemicunya diduga ledakan baterai drone. Laporan pertama masuk ke pusat kendali sekitar pukul 12.43 WIB.
Tanpa buang waktu, tim lapangan langsung bergerak. Mereka bertahan di lokasi yang panas dan chaos itu berjam-jam lamanya, baru beranjak setelah proses evakuasi korban dinyatakan selesai pukul 17.30 WIB. Situasinya benar-benar genting.
“Sebagai bagian dari respons cepat, PMI DKI Jakarta mengerahkan kekuatan penuh dari seluruh wilayah kota,” jelas Tim Lapangan PMI dalam rilisnya.
“Total 37 personel diterjunkan, didukung oleh: 6 unit ambulans, 7 unit mobil jenazah, 4 unit motor URC.”
Tak main-main, pengerahan personel dilakukan secara besar-besaran. Semua tim di wilayah DKI Jakarta dikerahkan. Bahkan, penguatan tambahan datang dari PMI Provinsi DKI Jakarta serta cabang-cabangnya di Jakarta Pusat, Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Mereka semua bersatu untuk satu tujuan.
Koordinator Tim PMI di lapangan memimpin langsung operasi kemanusiaan ini. Menurutnya, seluruh unsur PMI bergerak dalam hitungan menit setelah kabar buruk itu diterima.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Sebut Kasus Ijazah sebagai Penipuan Terbesar dalam Sejarah
Hujan Deras di Lereng Slamet Picu Longsor dan Banjir Bandang, Satu Warga Tewas
Tom Morello dan Gelombang Amuk Publik: Amerika di Ambang Ledakan Sosial
Keluarga dan Rekan KKP Lepas Yoga Naufal, Korban Kecelakaan Pesawat, di Tengah Isak Tangis