Deretan Ambulans di RS Polri Kramat Jati: 22 Korban Meninggal, Termasuk Ibu Hamil, dalam Kebakaran Gedung Terra Drone

- Selasa, 09 Desember 2025 | 16:25 WIB
Deretan Ambulans di RS Polri Kramat Jati: 22 Korban Meninggal, Termasuk Ibu Hamil, dalam Kebakaran Gedung Terra Drone

Pemandangan yang tak biasa terlihat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa sore itu. Belasan mobil ambulans berjajar rapi di depan ruang Instalasi Kedokteran Forensik. Suasana hening, tapi tegang. Mereka baru saja mengangkut korban-korban dari sebuah tragedi.

Kebakaran hebat melalap Gedung Terra Drone berlantai tujuh di Kemayoran, Jakarta Pusat, siang tadi. Sore harinya, hitungan sementara korban jiwa sudah mencengangkan: 22 jenazah, dalam kondisi terbakar, telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

Para sopir ambulans tampak menunggu. Mereka menanti rekan-rekan yang masih di jalan, membawa korban lain, sebelum akhirnya kembali ke tempat asal secara berkonvoi. Seorang sopir, yang memilih untuk tidak disebut namanya, memberikan gambaran. Menurutnya, baru tujuh ambulans yang telah tiba di RS Polri saat kami berbincang.

“Dari total jenazah yang ditemukan, 15 perempuan dan 7 laki-laki,” ujarnya, sambil menunjukkan data sementara yang diterimanya dari petugas di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, proses evakuasi di dalam gedung yang masih berasap itu belum usai sama sekali. Masih ada orang yang terjebak.

Informasi yang berhasil dikumpulkan dari sejumlah saksi di lokasi cukup memilukan. Di lantai 3, disebutkan ada sekitar 10 orang yang masih terjebak saat api berkobar. Syukurlah, seluruh penghuni lantai 4 dilaporkan sudah berhasil dievakuasi. Namun di lantai 5, nasib 11 orang lainnya masih digantungkan pada upaya tim pemadam.

Dan ada satu detail yang membuat hati semakin berat.

“Informasinya, ada salah satu korban meninggal yang sedang hamil,” kata sopir ambulans tadi, suaranya rendah.

Sore itu di Kramat Jati, deretan ambulans yang panjang adalah penanda bisu dari sebuah bencana yang merenggut terlalu banyak nyawa. Proses identifikasi dan evakuasi masih terus berlanjut, sementara keluarga korban mulai berdatangan, dibayangi kecemasan yang tak terkira.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar