Acara pernikahan Sekretaris Pribadi Prabowo Subianto, Agung Surahman, di Gedung Sasono Utomo TMII, Jakarta, Minggu lalu, ternyata jadi ajang pertemuan tidak terduga. Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto hadir dan sempat berbincang cukup lama di sela-sela acara.
Jokowi akhirnya mengonfirmasi pertemuan itu saat ditemui wartawan di kediamannya di Solo, Jumat siang. "Pembicaraan khusus pasti ada," ujarnya dengan senyum khasnya, seolah menahan tawa. "Namanya pembicaraan khusus masa disampaikan," lanjutnya.
"Khusus untuk saya dan Pak Prabowo," tambah Presiden ketujuh itu, menegaskan bahwa obrolan mereka bersifat privat.
Meski begitu, Jokowi sedikit membuka tabir. Rupanya, di tengah suasana pernikahan yang riuh, mereka sempat menyempatkan diri membahas kondisi negara dan situasi global yang sedang tidak menentu. Topiknya berat, tapi konteksnya santai.
"Kemudian situasi global saat ini dan juga ketidakpastian," kata Jokowi, merangkum inti pembicaraan mereka.
Menurutnya, situasi dalam negeri patut disyukuri. Di tengah gejolak dunia, pertumbuhan ekonomi kita masih bertengger di atas 5 persen. Inflasi pun relatif terkendali. "Yang penting itu," ucapnya menekankan.
Jokowi lalu membandingkan dengan negara lain. "Banyak yang kesulitan menghadapi 2 hal tadi, ekonomi dan inflasi," tuturnya. Nadanya terdengar lega, meski tetap waspada. Pertemuan singkat di sebuah pesta pernikahan itu, rupanya, juga menjadi momen untuk menimbang-nimbang keadaan bangsa di tengah arus global yang tak pasti.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1
Sirine Banjir Berbunyi di Bekasi, TMA Kali Bekasi Capai Status Siaga 2
40 Ormas Islam Laporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda ke Bareskrim atas Dugaan Ujaran Kebencian Terkait Video Jusuf Kalla
Jembatan dan Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Bandung Barat Ambles Akibat Hujan Deras