Suasana malam di Bireuen, Aceh, pada 7 Desember 2025 ternyata diwarnai kecemasan. Sampai pukul 21.15 WIB, kabar buruk beredar: gaji para guru PNS di kabupaten itu belum juga cair.
Keresahan itu disuarakan langsung oleh Ida Fitri melalui unggahan di media sosialnya. Ia menyebutkan, kabarnya dana gaji itu dialihkan untuk penanggulangan banjir yang melanda wilayah tersebut.
Yang terhormat Bapak Bupati Bireuen, sebagian besar guru di kabupaten bapak juga terdampak banjir. Bagaimana mereka harus bertahan hidup jika gajinya ditahan.
Dalam tulisannya, Ida Fitri mengingatkan sebuah ironi yang pahit. Di satu sisi, bencana banjir memang membutuhkan penanganan serius dan dana tidak sedikit. Namun begitu, para pendidik yang seharusnya digaji justru termasuk dalam kelompok yang ikut menderita akibat banjir.
Pertanyaannya jadi sederhana namun mendesak: dengan gaji yang tertahan, lantas bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah situasi sulit?
Unggahan itu ditutup dengan permohonan. "Mohon dipikirkan dan segera diselesaikan, Bapak," tulis Ida Fitri, sebuah seruan yang mewakili kegelisahan banyak orang. Desakan agar masalah ini segera dicarikan solusinya terdengar jelas. Harapannya, tidak ada yang harus terjepit lebih lama lagi.
Artikel Terkait
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi