Saya juga prihatin….
✍🏻 Made Supriatma (Analis Politik dan Jurnalis)
Lihatlah, yang bikin saya jengkel sebenarnya adalah orang-orang dongok yang nggak kompeten itu. Mereka duduk di kursi pemerintahan, tapi kerjanya cuma satu: maling. Memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri sendiri, keluarga, plus klik politiknya yang sempit.
Tapi, ada yang lebih mengkhawatirkan lagi. Bagaimana kalau yang berkuasa justru para penjahat lingkungan dan HAM? Bayangkan. Mereka akan melakukan apa saja demi bisa berkuasa selamanya, mengangkangi hajat hidup orang banyak tanpa ampun.
Nah, ini juga bikin geleng-geleng. Lihat saja, para penguasa itu dengan enaknya mengangkat anak-anak mereka sendiri. Padahal, kompetensinya nol. IQ-nya mungkin cuma sebatas membaca komik. Pengetahuan tentang memimpin negara? Hampir tidak ada. Skill utama mereka cuma satu: macak di media sosial.
Yang lebih parah, kita dipimpin oleh seseorang yang tiga kali ditolak rakyat. Lalu bagaimana bisa berkuasa? Ya, dengan bantuan penguasa lain, tentu saja. Semua itu transaksi politik belaka, quid pro quo, biar anak dan dinastinya bisa ikut nimbrung menguasai negeri ini.
Saya prihatin, dan jujur, agak ngeri juga. Pemerintahan yang sama sekali nggak kompeten ini kerjanya cuma menggoreng angka. Menyajikan harapan palsu lewat program makan-makan gratis atau mengorganisir ekonomi atas nama rakyat. Padahal, ujung-ujungnya untuk kepentingan mereka sendiri, keluarga, dan kroni-kroninya.
Artikel Terkait
Kebanggaan yang Membelenggu: Ketika Jalan Sendiri Justru Memperpanjang Penderitaan
Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Isu Kebocoran Data Nuklir Menggantung
Kontroversi Eggi Sudjana: Pecat Kawan, Lapor Lawan
Bimbingan Perkawinan KUA: Bekal atau Sekadar Formalitas?