Dua desa, Babah Krueng dan Riseh, disebutnya sebagai yang paling terisolasi. Jalan menuju ke sana masih tertutup lumpur tebal, tak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Akses benar-benar terputus.
Di sisi lain, kebutuhan mendesak warga sebenarnya sangat jelas: obat-obatan, selimut, kelambu, dan pakaian. Isbahanur sekali lagi menyampaikan permohonannya, kali ini lebih memelas.
Banjir ini sendiri bukanlah peristiwa kecil. Sebelumnya diberitakan, 18 kabupaten dan kota di Aceh tergenang. Korban jiwa masih dicari, ribuan rumah hancur, fasilitas umum lumpuh. Di Aceh Utara dan Aceh Timur, air mulai naik sejak 22 November lalu, mengubah kehidupan warga dalam sekejap.
Artikel Terkait
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open 2026
Polri Gunakan Drone dan AI untuk Pantau dan Atur Arus Mudik Lebaran 2026
Komisaris Tinggi HAM PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Bupati Bone Dorong Percepatan Program Perkebunan 2026, Fokus pada Hilirisasi Tebu