Fokusnya sekarang adalah menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi. Wilayah seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang sempat sulit diakses, kini mulai bisa ditembus. Di sana, pendirian dapur umum segera direalisasikan.
“Dan pada hari ini yang kemarin-kemarin kita belum masuk, di Aceh Tengah dan Bener Meriah, insyaAllah kita hari ini sudah bisa masuk dan akan mendirikan dapur-dapur umum di sana,” ujarnya.
Daerah lain seperti Aceh Tamiang juga sudah mendapat perhatian. Di sana, berdiri lima dapur umum; satu induk dan empat mandiri. Langkat di Sumut dan sejumlah titik di Sumbar pun tak luput dari perhatian.
Yang menggembirakan, semangat warga mulai bangkit. Agus melihat sendiri, kehidupan perlahan kembali berdenyut.
“Kegiatan masyarakat sudah mulai bagus. Mereka sudah mulai membersihkan rumah, membersihkan alat-alat dapur yang terkena banjir, mencuci pakaian,” katanya.
“Jadi sudah kelihatan masyarakat mulai bangkit, masyarakat mulai bersemangat kembali, masyarakat mulai beraktivitas kembali,” pungkas Agus.
Narasi pemulihan, meski bertahap, mulai terlihat nyata. Bantuan logistik dan dapur umum menjadi fondasi, sementara semangat warga menjadi tenaga penggeraknya.
Artikel Terkait
Jakarta Timur Paling Parah, 15 RT Masih Terendam Banjir
Hologram Jadi Tameng Terakhir Melawan Ijazah Palsu
Hari Gizi Nasional: Jangan Lupakan Triliunan Penghuni di Usus Kita
Moral dan Gotong Royong: Fondasi Sejati Kekuatan Bangsa