BMKG Sulut Siagakan 14 Wilayah Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 19:36 WIB
BMKG Sulut Siagakan 14 Wilayah Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG Sulut Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Mulai Malam Ini

MANADO - Malam ini, Sabtu 6 Desember 2025, warga Sulawesi Utara perlu bersiap. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulut baru saja mengeluarkan peringatan kewaspadaan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi bakal melanda wilayah ini.

Rilis resmi dari BMKG menjelaskan, analisis dinamika atmosfer menunjukkan sejumlah fenomena sedang berlangsung. Salah satu pemicu utamanya adalah Bibit Siklon Tropis 93W yang terpantau di Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Sulut. Keberadaannya ini berpotensi mendongkrak curah hujan dan memicu angin kencang.

Namun begitu, itu bukan satu-satunya faktor. Cuaca kita saat ini juga dipengaruhi oleh dominannya angin Muson Barat dan La Nina yang masih aktif. Belum lagi suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya, ditambah gelombang Equatorial Rossby yang melintas di atas Sulut. Kombinasi semua elemen ini, didukung kelembaban udara yang tinggi dan atmosfer yang tidak stabil, membuat pembentukan awan hujan jadi makin kuat.

Intinya, kondisi atmosfer sedang tidak bersahabat. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mengguyur, disertai kilat atau petir dan angin kencang. Wilayahnya tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sulut.

Dari total 15 daerah, 14 di antaranya diperkirakan akan merasakan dampaknya. Daerah-daerah yang dimaksud adalah:

  1. Kota Manado
  2. Kota Bitung
  3. Kota Tomohon
  4. Kabupaten Minahasa
  5. Kabupaten Minahasa Utara
  6. Kabupaten Minahasa Selatan
  7. Kabupaten Minahasa Tenggara
  8. Kabupaten Bolaang Mongondow
  9. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
  10. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
  11. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
  12. Kabupaten Kepulauan Sitaro
  13. Kabupaten Kepulauan Sangihe
  14. Kabupaten Kepulauan Talaud

"Kami mengimbau masyarakat, Pemerintah Kabupaten dan Kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi,"

Demikian penjelasan Margy Octavia, Plh Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, BMKG Sulut.

Bencana hidrometeorologi yang dimaksud mencakup genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Risiko ini terutama perlu diwaspadai di daerah dengan topografi curam, bergunung, atau dekat tebing, serta kawasan yang sudah rawan longsor dan banjir.

BMKG juga mengingatkan, kondisi cuaca sifatnya dinamis dan bisa berubah cepat. Karena itu, masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca terbaru dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado. Jangan anggap sepele.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar