Di sebuah malam Selasa yang sunyi di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, sebuah kejadian mengerikan menimpa seorang balita. Gadis kecil berusia empat tahun itu, yang kita sebut saja M, diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya sendiri. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul tujuh malam hingga dini hari, dan kini kondisi M sangat memprihatinkan.
Ia terbaring lemah di ruang ICU RSUD Kota Bogor. Menurut keterangan kerabat, saat ditemukan, bocah malang itu bahkan sudah tak bisa berdiri lagi.
“Ayah tirinya yang diduga pelaku. Kondisi korban masih di rawat di RSUD Kota Bogor,”
kata AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok, pada Kamis (4/12).
Sanusi Wirasuta, seorang kerabat korban, menceritakan kronologi pelaporan. Begitu mendapat kabar, kakek M langsung bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Kejadiannya di malam Selasa, antara jam 7-12 jam 2 pagi di hari Selasa itu orang tua pihak dari sana melaporkan kakeknya yang di Jampang. Kakeknya langsung meluncur ke TKP,”
ujar Sanusi.
“Dari TKP orang tuanya, langsung berinisiatif bawa ke rumah sakit dengan kondisi anak yang sudah tidak berdiri lagi,”
tambahnya, menggambarkan kepanikan saat itu. Kasus ini sendiri telah dilaporkan ke Polres Metro Depok, yang wilayah hukumnya mencakup Tajurhalang.
Luka yang Mengiris Hati
Kondisi M sungguh parah. Dari penuturan Sanusi, luka-luka itu ada di sekujur tubuhnya. Kepalanya mengalami pendarahan hingga harus menjalani operasi darurat. Tidak berhenti di situ.
“Kemudian, di kaki dibalut perban, karena diindikasikan kakinya remuk atau patah begitu. Tangannya ada memar, indikasi ada penganiayaan,”
jelasnya. Lengannya penuh memar, sementara kakinya diduga remuk dan dibalut perban. Semua tanda mengarah pada kekerasan yang keji.
Diketahui, M adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ia tinggal bersama ibu dan ayah tirinya yang kini menjadi tersangka. Saat ini, perhatian utama tertuju pada perjuangan gadis kecil itu untuk bertahan hidup, sementara proses hukum mulai bergulir.
Artikel Terkait
KTNA Dukung Swasembada Pangan, Siap Hadapi El Nino dengan Inovasi
Wali Kota Makassar Larang Pungutan Biaya Perpisahan Sekolah, Ancaman Sanksi untuk Kepsek
Geng Motor Bersenjata Samurai Teror Warung di Maros Dini Hari
Hari Kartini Diperingati, Semangat Emansipasi Perempuan Tetap Berkobar