Suasana Panas di Sidang PBB: AS dan Iran Saling Serang
Ruang sidang Dewan Keamanan PBB Kamis lalu (15/1/2026) tegang. Udara terasa berat. Pertemuan darurat yang digagas Washington itu jadi ajang adu argumen sengit antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul gelombang protes besar yang mengguncang Teheran.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, bersikap keras. Ia menegaskan Presiden Donald Trump bukan tipe pemimpin yang hanya omong doang. "Izinkan saya memperjelas bahwa Presiden Donald Trump adalah seorang yang bertindak, bukan hanya berbicara," ujarnya tegas.
Waltz menambahkan, semua opsi ada di meja. Tujuannya satu: mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.
Di sisi lain, Wakil Duta Besar Iran, Hossein Darzi, langsung membalas. Kritiknya pedas. Ia mengecam Washington yang ditudingnya ikut campur dan memicu kekerasan. Menurut Darzi, dalih kemanusiaan yang dipakai AS cuma kedok belaka untuk menyiapkan intervensi militer.
"AS berupaya menampilkan diri sebagai sahabat rakyat Iran, padahal sebenarnya sedang merusak kedaulatan kami," kata Darzi dengan nada tinggi.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer