Tere Liye Sindir Pejabat yang Sibuk Pencitraan: Netizen Masih Saja Mudah Tertipu

- Minggu, 07 Desember 2025 | 10:00 WIB
Tere Liye Sindir Pejabat yang Sibuk Pencitraan: Netizen Masih Saja Mudah Tertipu

✍🏻 Tere Liye

Di Indonesia, pejabat daerah dengan model begini itu maaf berserakan di mana-mana. Coba saya gambarin ciri-cirinya.

Pertama, mereka sibuk banget membangun pencitraan di media sosial. Instagram, Facebook, TikTok, lengkap semuanya. Lewat akun-akun itu, mereka pamer peduli masyarakat. Sok kerja, sok sibuk, sok dekat dengan rakyat.

Lalu? Fans-fansnya pun langsung heboh. Wuiiih! Wuiiih! Pujian berhamburan, seolah-olah yang di layar itu pahlawan tanpa cela.

Fenomena ini sudah berlangsung sekitar dua puluh tahun terakhir, sejak media sosial menjamur. Contoh yang paling epik? Ridwan Kamil. Saya ingat betul, dulu saya sering mengkritik RK karena saya warga Bandung, lalu Jabar. Berkali-kali saya tulis soal kebijakannya.

Wah, reaksinya luar biasa. Fans-fansnya marah besar, ngamuk-ngamuk tak terima.

Tapi sekarang, kemana mereka semua? Kemana kalian yang dulu jejeritan membela mati-matian? Yang marah saat pejabatnya dikritik sedikit saja? Ridwan Kamil sendiri sekarang seperti ‘menghilang’ dari hiruk-pikuk media sosial. Mungkin beberapa tahun lagi akan muncul lagi, nyalon lagi soalnya netizen Indonesia kan terkenal pelupa.

Ini fakta yang berulang. Pejabat model begini benar-benar berserakan! Berapa kali lagi harus diingatkan? Dan netizen, maaf, masih saja mudah tertipu. Setiap saya bahas persoalan di daerah, selalu muncul pejabat dengan gaya serupa. Bahkan ada satu dua yang PD banget ikut nimbrung di kolom komentar. Amazing banget sih. Kerjakan saja tugasmu dengan amanah dan profesional. Jangan sok sibuk bela diri, sok bijak sana-sini.

Soalnya, cuma masalah waktu. Kalau kamu memang tak punya marwah, cuma mengejar dunia dan kekuasaan, ujung-ujungnya kena batunya juga. Pikir Tuhan bisa dibohongi dengan postingan sok baik, sok kerja, sok peduli? Nggak mungkin. Tuhan tahu persis niat di hati. Syukur saja Tuhan masih menutup sebagian besar aib kita.

Yang bikin sedih, mengedukasi netizen itu susahnya setengah mati. Bebal. Gampang sekali termakan pencitraan. Padahal, kadang aib pejabat sudah dibuka terang-benderang, tetap aja dibela habis-habisan. Padahal pejabat itu bukan siapa-siapa mereka. Dapat fasilitas, anggaran negara, dan segala macamnya.

Yah, intinya berhentilah mudah ketipu pencitraan mereka.

Nah, sekarang gimana dengan warga Aceh Selatan? Bupati kalian kapan pulang dari umroh? Apa dia merasa bersalah? Atau kalian akan tetap jejeritan membelanya? Atau mungkin bupatinya sendiri yang mau ikutan komen di sini? Silakan saja.

(Tere Liye)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler