Infrastruktur publik pun tak berkutik. Jembatan jadi yang paling menderita, hampir separuhnya rusak. Sekolah dan tempat ibadah juga tak luput, masing-masing sekitar sepertiga dan seperlimanya mengalami kerusakan.
Secara keseluruhan, bencana ini menjangkau hidup 3,2 juta jiwa. Itu setara dengan populasi sebuah kota besar. Sumut lagi-lagi paling terdampak, dengan 1,6 juta warganya merasakan langsung akibatnya.
Menanggapi situasi darurat ini, Presiden Prabowo Subianto turun langsung. Ia blusukan ke empat lokasi terparah, dari Tapanuli Tengah hingga Padang Pariaman, awal pekan ini.
Saat bertemu pengungsi di Aceh Tenggara, Presiden mencoba menenangkan.
Kata-kata itu tentu memberi harapan. Tapi di lapangan, bagi ribuan korban yang kehilangan rumah dan sanak saudara, perjalanan pemulihan masih sangat panjang.
Artikel Terkait
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo
Pemerintah Pastikan Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Masih Aman
Saksi Ungkap Harga Chromebook di Bawah Pasar, Kerugian Negara Dipertanyakan
IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan