Asap tebal mengepul di langit pagi Beirut. Rentetan serangan udara Israel, Kamis (5/3) waktu setempat, mengguncang ibu kota Lebanon. Targetnya jelas: kubu-kubu Hizbullah di pinggiran selatan kota. Tapi dampaknya ternyata lebih luas. Menurut laporan, serangan itu juga menewaskan seorang pejabat Hamas yang berada di Lebanon.
Konflik ini sebenarnya sudah merembet sejak beberapa hari lalu. Pemicunya? Serangan balasan Hizbullah ke Israel pada Senin (3/2) yang disebut-sebut sebagai pembalas dendam atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei dilaporkan tewas dalam sebuah serangan gabungan AS dan Israel di akhir pekan. Sejak itu, situasi langsung memanas. Israel tak hanya membalas dengan udara, tapi juga menggerakkan pasukan daratnya ke kota-kota di perbatasan.
Laporan dari kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), yang dikutip AFP, menyebut ada sejumlah serangan pagi itu. Dua di antaranya menghantam benteng Hizbullah. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kepulan asap hitam membubung dari lokasi.
Militer Israel sendiri mengaku menyerang "beberapa pusat komando milik organisasi teroris Hizbullah". Mereka bahkan sempat memerintahkan warga lokal untuk mengungsi dari area yang jadi sasaran. Soal korban, pihak Israel menyatakan belum ada laporan langsung yang mereka terima.
Namun begitu, korban jiwa ternyata ada. Dan bukan dari kalangan Hizbullah.
Artikel Terkait
Bareskrim Serahkan Rp58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Kahf Gelar Global Ramadan Connect 2026, Jangkau Lebih dari 8.150 Peserta di 6 Negara
Erick Thohir Bahas Persiapan Timnas dan Naturalisasi Maarten Paes dengan Menkum HAM
Azerbaijan Protes ke Iran Usai Drone Serang Bandara dan Sekolah di Nakhichevan