Ketiga menteri yang dituju adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
“Hari ini saya mengirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk bersama sama evaluasi total,” kata Cak Imin di Bandung, Senin lalu. Ia sedang menghadiri sebuah workshop ketika menyampaikan hal ini.
“Evaluasi kebijakan, policy, dan langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah.”
Lalu, dengan nada yang lebih personal, ia menyebut ini sebagai bentuk “taubatan nasuha” istilah yang akrab di kalangan Nahdliyin. Bagi Cak Imin, taubatan nasuha itu berarti sebuah evaluasi menyeluruh. Mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi di lapangan ke depannya.
Peringatannya cukup keras. “Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” ucapnya. Di akhir pernyataannya, ia menyelipkan harapan. “Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan dan kesabaran menyertai kita semua.”
Jadi, dua tokoh penting ini sepertinya sedang menyuarakan hal yang sama. Satu sisi, ada seruan untuk introspeksi secara moral dan spiritual. Di sisi lain, ada desakan untuk tindakan nyata dan evaluasi kebijakan. Keduanya berangkat dari keprihatinan yang sama melihat alam yang sedang murka.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta