Tito Karnavian Tinjau Tapteng, Sedimen Banjir Disulap Jadi Tanggul

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:06 WIB
Tito Karnavian Tinjau Tapteng, Sedimen Banjir Disulap Jadi Tanggul

Sabtu lalu (24/1), suasana di Kelurahan Hutanabolon, Tapanuli Tengah, masih menyisakan bekas-bekas bencana. Di tengah pemandangan itu, Muhammad Tito Karnavian, sang Kasatgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, turun langsung meninjau lokasi. Ia melihat sendiri progres pemulihan yang sedang berjalan.

Yang menarik perhatian Tito adalah jembatan sementara yang sudah bisa difungsikan. Tak hanya itu, deru alat berat yang bekerja membersihkan sungai dari sedimentasi juga menjadi pemandangan yang cukup menggembirakan. Menurutnya, upaya normalisasi ini berjalan dengan baik.

“Sungai yang tadinya penuh sedimen, airnya mandek, sekarang sudah dibersihkan,” ujar Tito kepada para awak media yang meliput.

Ia menjelaskan, material sedimen yang dikeruk itu justru dimanfaatkan menjadi tanggul sementara. Sebuah langkah cerdas yang menurutnya bisa jadi contoh.

“Jadi kalau nanti ada banjir lagi, setidaknya sudah ada pertahanannya. Daripada sedimennya didiamkan saja, mending dijadikan manfaat,” tambahnya.

Ia pun berharap model penanganan seperti ini tak cuma diterapkan di Sumut. Daerah lain yang terdampak, seperti Aceh dan Sumatera Barat, bisa meniru langkah serupa. “Ini mungkin yang akan kita kerjakan di tempat lain juga,” imbuh Tito.

Dalam kunjungannya, Tito tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia menyebut nama Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, dan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, yang dinilainya telah mempercepat kerja-kerja pemulihan. Dukungan dari Kementerian PU, BPI Danantara, hingga jajaran TNI-Polri juga ia acungi jempol.

“Saya salut sama ide ini. Air jadi lancar, aliran sungai normal, sedimennya malah jadi berguna untuk tanggul,” ungkapnya.

Namun begitu, fokus pemulihan bukan cuma pada infrastruktur fisik. Tito juga menyinggung soal nasib pendidikan di daerah terdampak. Beberapa sekolah di Tapteng masih dalam proses perbaikan. Untuk sementara, aktivitas belajar-mengajar dialihkan ke tenda darurat yang disediakan Kemendikdasmen.

Ia bertekad mendorong proses ini agar berjalan lebih cepat. Tujuannya jelas: agar siswa dan guru bisa kembali ke ruang kelas yang normal.

“Semua bergerak. TNI, murid-murid, sampai relawan semua gotong royong. Terima kasih banyak untuk para relawan. Mari kita bersama normalkan sekolah-sekolah ini secepat mungkin,” tandas Tito menutup pernyataannya.

Kunjungan kerja itu juga dihadiri langsung oleh Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng, menunjukkan keseriusan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar