"Kita suplai BBM-nya, sepuluh jeriken, untuk tembus ke sana dari Aceh Tamiang," sambung Iskandar, menjelaskan upaya mereka memastikan transportasi itu bisa berjalan.
Kini, setelah akses mulai terbuka, fokus bergeser ke pemulihan. Iskandar berencana membersihkan lumpur dan memperbaiki jalan yang putus. Tujuannya jelas: agar distribusi logistik bisa lebih lancar dan merata ke semua titik.
"Insya Allah, kalau 2-3 hari lagi saya bersihkan lumpur dan jalan yang putus dengan bantuan alat berat yang saya kerahkan dari warga setempat sudah tembus ke Julok, maka saya akan berangkat ke Julok lagi," katanya dengan penuh tekad.
Di balik upaya pemulihan yang mulai membuahkan hasil, duka masih menyelimuti. Data terbaru yang diungkapkan Iskandar menyebutkan, korban jiwa di Aceh Timur mencapai 30 orang. Ia sendiri sempat turun ke lokasi bencana dan menyaksikan langsung kondisi yang memilukan lumpur di beberapa tempat bahkan setinggi leher orang dewasa.
Artikel Terkait
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Senator Papua Kritik Lembaga Baru: Papua Butuh Dialog, Bukan Birokrasi
Gema Bangsa Resmi Melangkah, Langsung Dukung Prabowo di 2029
Sutoyo Abadi Soroti Kekeliruan Fatal: Kedaulatan Rakyat Bukan Milik DPR