Dalam sebuah diskusi di Gedung Putih, Donald Trump kembali menggegerkan. Kali ini, sang Presiden Amerika Serikat itu tak segan mengancam negara-negara yang tak mendukung ambisinya. Ambisi apa? Rencana kontroversial untuk mencaplok Greenland.
“Saya mungkin akan mengenakan tarif ke negara-negara, jika mereka tidak setuju dengan (rencana mengambil alih) Greenland,” ujarnya tegas.
Alasannya? Keamanan nasional. “Karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” tambah Trump dalam pernyataannya yang dilansir AFP, Sabtu lalu.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam sebuah forum diskusi meja bundar tentang isu kesehatan, Jumat (16/1). “Saya mungkin akan melakukan hal itu,” tegasnya sekali lagi, meninggalkan nada ancaman yang menggantung.
Memang, ini bukan pertama kalinya Trump menggunakan tarif sebagai senjata. Dia punya rekam jejak. Sebelumnya, Prancis dan Jerman juga pernah diancam dengan langkah serupa terkait harga produk farmasi. Kini, ancaman serupa diarahkan ke siapa saja yang berani menghalangi mimpinya atas Greenland.
Pulau itu sendiri bukan sembarang pulau. Letaknya strategis, di kawasan Arktik, dan statusnya adalah wilayah otonomi di bawah Denmark sekutu AS di NATO. Nilai strategisnyalah yang tampaknya membuat Trump begitu bernafsu.
Di sisi lain, ancaman tarif ini hanyalah satu dari sekian banyak taktik. Trump disebut-sebut sedang menggencarkan upayanya untuk merealisasikan ambisi lama tersebut. Bahkan, menurut beberapa laporan, dia tak sungkan mengancam akan menggunakan cara militer jika segala upaya diplomatik dan tekanan ekonomi ternyata tak membuahkan hasil.
Jadi, ancaman terbaru ini bukan sekadar omongan di udara. Ini adalah bagian dari tekanan berlapis yang semakin intens. Greenland, dan dunia, tentu sedang memperhatikan dengan cemas.
Artikel Terkait
Gus Ipul Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Lingkungan LAN
Intelijen AS: Iran Pulihkan Kemampuan Militer, Ancaman di Selat Hormuz Masih Nyata
Jusuf Kalla Klaim Andil Besar Mengantarkan Jokowi ke Kursi Presiden
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Vietnam di Laga Final Grup A, Menang atau Pulang