Jakarta – Guntur Romli, politisi PDIP yang dikenal vokal, justru menyatakan dukungannya terhadap langkah Partai Demokrat. Apa yang didukung? Upaya hukum partai tersebut terkait tudingan yang melibatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam polemik ijazah Presiden Joko Widodo.
"Kita dukung upaya hukum kalau Demokrat mau lapor," ujar Guntur, Jumat (2/1/2026) lalu.
Pernyataannya ini cukup menarik. Sebagai kader partai banteng, dia jelas punya posisi berseberangan secara politik dengan Demokrat. Namun begitu, soal tudingan yang dinilai serampangan, Guntur bersikap tegas. Dia mengaku tidak terima jika fitnah serupa juga menyasar partainya.
"Kami sebagai kader juga gak terima kalau difitnah," tuturnya singkat.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Rupanya, Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Demokrat sudah bergerak lebih dulu. Mereka melayangkan somasi kepada Sudiro Wi Budhius M Piliang, seorang pemilik akun TikTok. Somasi ini merupakan respons atas sebuah unggahan video yang menuding SBY ada di balik skenario isu ijazah Jokowi.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, membenarkan keluarnya surat somasi itu. Surat tersebut diteken oleh enam advokat dari BHPP, yaitu Muhajir, Cepi Hendrayani, Jimmy Himawan, Novianto Rahmantyo, Nurhidayat Umacina, dan Teuku Irmansyah Akbar.
Artikel Terkait
Mulai 2026, Buang Sampah Sembarangan di Kuala Lumpur Bisa Kena Denda Rp 8,4 Juta Plus Kerja Sosial
Sisa Pesta Bisa Berakibat Fatal, Dokter Singapura Ingatkan Cara Simpan Makanan yang Benar
Ledakan Ekspor Korsel Tembus Rp11.700 Triliun, Semikonduktor Jadi Bintangnya
Dokter Samira Tersangka Pencemaran Nama Baik Richard Lee