MURIANETWORK.COM - Kinerja ekspor industri kecil menengah (IKM) sektor kerajinan Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan. Lonjakan nilai ekspor ini didorong oleh dukungan pemerintah melalui fasilitasi promosi, salah satunya lewat ajang pameran berskala besar. Optimisme terhadap daya saing produk kerajinan lokal di pasar global pun semakin menguat.
Lonjakan Ekspor yang Signifikan
Data terbaru dari Kementerian Perindustrian mengonfirmasi pertumbuhan yang menggembirakan. Pada triwulan III tahun 2025, nilai ekspor kerajinan tercatat mencapai USD305,54 juta. Angka ini melonjak drastis dibandingkan pencapaian triwulan sebelumnya yang berada di level USD173,5 juta. Peningkatan yang hampir dua kali lipat dalam satu kuartal ini menjadi indikator nyata kebangkitan sektor kerajinan tanah air.
Pameran Sebagai Pendorong Pasar
Pemerintah tidak tinggal diam menyikapi momentum ini. Salah satu strategi konkret yang dijalankan adalah dengan memfasilitasi partisipasi pelaku IKM dalam pameran bertaraf internasional. Pada gelaran Inacraft 2026 di Jakarta, misalnya, Kemenperin membawa delapan IKM binaannya untuk unjuk karya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa langkah semacam ini bukan sekadar dukungan biasa. "Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sekaligus upaya membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM dalam negeri," jelasnya.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
MA Rilis 24 Kaidah Hukum Baru Pedoman Pengadilan Se-Indonesia
Gempa M7,3 di Manado-Bitung, Operasional PLTP Lahendong Tetap Stabil
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya