Trump Ancam Serang Negara Pengedar Narkoba ke AS, Kolombia Balas: Itu Deklarasi Perang!

- Rabu, 03 Desember 2025 | 12:18 WIB
Trump Ancam Serang Negara Pengedar Narkoba ke AS, Kolombia Balas: Itu Deklarasi Perang!

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Selasa lalu, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman keras. Ia menyatakan siap menyerang negara mana pun yang berani memperdagangkan narkoba ke Amerika Serikat. Ancaman itu disampaikannya langsung di depan para wartawan.

"Siapa pun yang melakukan hal itu dan menjualnya ke negara kita akan menjadi sasaran serangan," tegas Trump.

Pernyataan itu muncul saat ia tengah membahas persoalan perdagangan kokain dari Kolombia. Namun begitu, ancaman Trump ternyata tidak hanya sebatas kata-kata. AS diketahui telah meluncurkan operasi militer di perairan Karibia dan Pasifik, menyasar kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba. Operasi itu dikabarkan telah menewaskan puluhan orang, setelah mereka terkena tembakan rudal dari pasukan AS.

Tak berhenti di situ, kehadiran militer AS di kawasan Karibia juga diperkuat. Hal ini terjadi seiring memanasnya ketegangan dengan Venezuela. Trump sendiri dengan blak-blakan menuding Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, sebagai dalang di balik pengiriman narkoba dari Amerika Selatan. Bahkan, belakangan ini muncul indikasi bahwa Trump membuka opsi untuk intervensi militer darat ke Venezuela.

Nada serupa juga ditujukan ke Kolombia. Trump secara terbuka menuduh pemerintah negara tersebut memproduksi narkoba. "Saya dengar Kolombia membuat kokain, mereka punya pabrik kokain dan mereka menjual kokain ke kami," ucapnya tanpa tedeng aling-aling.

Ancaman langsung dari Gedung Putih itu pun langsung mendapat respons. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, tak tinggal diam. Ia dengan tegas membalas pernyataan Trump.

"Jangan ancam kedaulatan kami, atau kalian akan membangunkan jaguar. Menyerang kedaulatan kami adalah deklarasi perang," kata Petro dengan nada keras.

Di sisi lain, Petro juga menyoroti cara kerja negaranya dalam memerangi narkoba. Menurutnya, Kolombia telah menghancurkan laboratorium narkoba setiap 40 menit dan itu semua dilakukan tanpa perlu menggunakan satu rudal pun. Pernyataannya itu seperti ingin menunjukkan bahwa perang melawan narkoba tidak selalu harus diselesaikan dengan kekuatan militer yang brutal.

Kondisinya jadi makin rumit. Ancaman saling menyasar antara dua sekutu lama ini menciptakan ketegangan baru di kawasan yang sudah cukup bergejolak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar