Dini hari yang sepi di kawasan Monas, Rabu (3/12) lalu, pecah oleh suara takbir dan orasi. Di tengah kerumunan massa Reuni Akbar 212, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menyampaikan pesan yang tegas khususnya untuk Presiden Prabowo Subianto. Kritiknya terbuka dan langsung menyasar janji kampanye sang presiden tentang pemberantasan korupsi, mafia, dan oligarki.
Menurut Habib Rizieq, Prabowo memang sudah berulang kali menyatakan perang terhadap kejahatan korupsi. Tapi, kata dia, semua itu baru sebatas ucapan. "Presiden kita sudah menyatakan perang melawan koruptor, mafia, dan oligarki busuk," ujarnya.
Namun begitu, ia menambahkan, "Tapi kalau beliau sungguh-sungguh, kami akan berada di belakang sepenuhnya."
Nada bicaranya lantang, penuh keyakinan. Ia seolah tak ingin janji itu hanya menguap begitu saja.
"Kalau Presiden tidak serius pun, kita tetap serius! Kita akan lawan mafia, kita akan lawan koruptor, kita akan lawan oligarki," serunya. Sorak takbir dari ribuan peserta langsung memenuhi udara, mengamini setiap katanya.
Ia punya pesan khusus untuk Prabowo: jangan ragu. Menurutnya, gerakan masyarakat Islam sudah sepakat bahwa koruptor adalah musuh bersama. Bahkan jika nanti para pelaku punya backing dari oknum aparat, kelompoknya siap menghadapi. "Kita minta Presiden konsisten. Jangan hanya omon-omon. Apa yang sudah diumumkan harus dijalankan," tegas Habib Rizieq.
Lantas, Bagaimana Janji Prabowo Sebenarnya?
Komitmen yang dikritik Rizieq itu bukan tanpa konteks. Sejak pidato perdana usai dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo memang menegaskan niatnya memerangi korupsi. Waktu itu, di Sidang Paripurna MPR, ia berjanji memperbaiki sistem lewat digitalisasi dan penegakan hukum yang tanpa kompromi.
"Kita harus berani menghadapi dan memberantas korupsi dengan perbaikan sistem dan penegakan hukum yang tegas," kata Prabowo kala itu.
Ia bahkan mengingatkan sebuah pepatah: kerusakan biasanya berawal dari atas. Sebuah sindiran halus bahwa tanggung jawab pemberantasan korupsi ada di pundak pimpinan. Nah, sekarang tinggal buktinya. Itu yang ditunggu banyak orang, termasuk para pendukung yang berkumpul di Monas dini hari itu.
Artikel Terkait
Truk Angkut Belimbing Nyemplung ke Pagar Rumah di Ponorogo, Sopir Selamat
Presiden Prabowo Sapa Seluruh Ketua DPRD di Penutupan Kursus Lemhannas
Harga BBM Non-Subsidi Tembus Rp 25 Ribu, Menteri ESDM: Itu untuk Orang Kaya
Harga Emas Perhiasan Minggu Pagi: Stagnan di Raja Emas, Naik di Laku Emas