"Ini tentang keadilan dan kesetaraan akses," lanjut Hamzah.
Baginya, keterbatasan penglihatan sama sekali bukan penghalang untuk meraih cahaya ilmu. Setiap anak, termasuk santri tunanetra, punya hak yang sama untuk mendalami Al-Qur'an.
"Kami percaya semangat mereka luar biasa. Visi kami sederhana: membangun peradaban yang lebih ramah dan adil untuk semua," pungkasnya.
Harapannya, langkah ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta menguatkan pendidikan inklusif dan mendukung penyandang disabilitas di tanah air.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta