"Ini tentang keadilan dan kesetaraan akses," lanjut Hamzah.
Baginya, keterbatasan penglihatan sama sekali bukan penghalang untuk meraih cahaya ilmu. Setiap anak, termasuk santri tunanetra, punya hak yang sama untuk mendalami Al-Qur'an.
"Kami percaya semangat mereka luar biasa. Visi kami sederhana: membangun peradaban yang lebih ramah dan adil untuk semua," pungkasnya.
Harapannya, langkah ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta menguatkan pendidikan inklusif dan mendukung penyandang disabilitas di tanah air.
Artikel Terkait
Pertamina Pastikan Kapal dan Kru di Timur Tengah Aman, Siapkan Antisipasi Pasokan
Harga Emas Pegadaian Anjlok Rp95.000 per Gram pada Rabu
Bone Siapkan Empat Bus Sekolah Ber-AC, Dikawal Satpol PP
Perantau Indonesia di Malaysia Rayakan Ramadan dengan Rindu dan Adaptasi Budaya