Komisi XI DPR akhirnya mengumumkan nama-nama yang diusulkan Presiden Prabowo untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI. Ada tiga calon yang bakal bersaing. Prosesnya sudah bergulir, dimulai dengan Surat Presiden yang diterima Senin lalu.
Nah, siapa saja mereka? Yang pertama, tentu saja nama yang sudah santer beredar: Thomas Aquinas Djiwandono, sang Wakil Menteri Keuangan. Dia bakal berhadapan dengan dua kandidat kuat dari dalam BI sendiri.
Dua nama internal itu adalah Solikin M Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, dan Dicky Kartikoyono yang memimpin Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran. Jadi, pertarungannya nanti bakal menarik; antara representasi kebijakan fiskal dan kandidat karier bank sentral yang sudah puluhan tahun makan garam di sana.
Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, surat presiden sudah ditindaklanjuti dalam pembahasan di Badan Musyawarah.
"Komisi XI (pada Selasa) akan mengadakan rapat internal untuk menetapkan jadwal uji kelayakan bagi calon-calon Deputi Gubernur BI,"
ujarnya kepada awak media di Gedung DPR, Jakarta, Senin malam kemarin.
Artinya, tinggal selangkah lagi menuju tahap yang paling dinanti: fit and proper test. Agenda itu akan segera disusun untuk menguji kompetensi dan visi-misi ketiga orang ini. Proses seleksinya dipastikan ketat, mengingat latar belakang masing-masing yang sangat solid.
Thomas Djiwandono, misalnya, membawa perspektif segar dari sisi fiskal. Pengalamannya sebagai Wamenkeu sejak 2024 jadi nilai tambah.
Sementara Solikin Juhro adalah wajah lama BI. Dia sudah mengabdi sejak 1994, ahli di bidang kebijakan moneter, dan karirnya melewati berbagai departemen ekonomi yang strategis.
Lalu ada Dicky Kartikoyono. Karirnya di BI dimulai setahun setelah Solikin, yakni 1995. Yang menarik, dia punya rekam jejak internasional yang mumpuni, termasuk pernah memimpin Kantor Perwakilan BI di London. Pengalaman global seperti ini tentu sangat berharga.
Intinya, pilihannya tidak mudah. Di tengah tantangan ekonomi global yang serba dinamis, Komisi XI punya tugas berat untuk memilih siapa yang paling tepat duduk di Dewan Gubernur BI. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan kita agar tetap tegak.
Artikel Terkait
BI Siap Perkuat Intervensi untuk Tahan Pelemahan Rupiah
Kemenperin Khawatir Aturan Pajak Baru Bisa Tekan Penjualan Mobil Listrik
Laporan JP Morgan: Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global
Delapan Mantan Pejabat Kemnaker Divonis Penjara, Haryanto Dihukum 7,5 Tahun