Ceritanya, tanaman itu beberapa kali tampak mati lalu hidup kembali. Tunas keladi luak itu muncul berulang. Nah, dari situlah kemudian bunga bangkai raksasa ini tumbuh, tepat di tengah lingkungan padat penduduk.
Yuliana bahkan sempat memotong tunasnya karena tidak menyangka. Tapi alam punya caranya sendiri. Saat mekar, bau busuk yang khas langsung menyebar, mengundang gerombolan lalat. Tak ayal, pemandangan itu jadi tontonan gratis bagi warga yang melintas.
Memang, fenomena seperti ini jarang terjadi. Siklus mekarnya bunga bangkai tidak bisa ditebak, dan biasanya habitatnya jauh di dalam hutan. Kemunculannya di area kota seperti Pontianak ini jelas sesuatu yang istimewa, menarik perhatian dan decak kagum banyak orang.
Penulis: Ade Mirza
Artikel Terkait
Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer
Jembatan Gantung Ambruk, Lima Pelajar Tercebur ke Sungai Cilangkap
Mobil Hantu di Tol Cikampek, Ternyata Sopir Tewas di Balik Kemudi
Harapan Baru di Balik Setir: Tukang Becak Malang Sambut Era Listrik dengan Senyum Syukur