Berita tentang Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf yang bakal jadi pelatih Timnas Suriname ternyata nggak sepenuhnya bener. Memang sih, dua legenda sepak bola Belanda itu resmi masuk dalam proyek ambisius Suriboys begitu mereka biasa disapa. Tapi posisinya bukan pelatih kepala, lho. Mereka diangkat sebagai penasihat teknis, atau dalam istilah kerennya, Technical Advisor.
Nah, di tengah persiapan menghadapi laga hidup-mati babak play-off antarkonfederasi menuju Piala Dunia 2026, federasi sepak bola Suriname secara resmi mengumumkan kedatangan dua ikon dunia tersebut. Mereka akan jadi bagian dari dewan konsultan untuk Direktur Teknik, Brian Tevreden. Langkah ini jelas bukan cuma sekadar reuni mantan bintang Belanda. Ini adalah bagian dari rencana jangka panjang yang katanya sudah disiapkan sejak empat tahun silam. Harapannya, Seedorf dan Kluivert bisa membawa perspektif global, segudang pengetahuan taktis, plus mentalitas juara ke dalam ruang dressing room Suriname.
Lantas, apa yang mendasari penunjukan ini? Ternyata, hubungan persahabatan yang erat antara Brian Tevreden dengan kedua legenda itu memegang peran kunci. Rencana ini sempat tertunda beberapa tahun karena masalah waktu. Tapi sekarang, momennya dianggap pas banget untuk memulai kolaborasi.
Brian Tevreden sendiri buka suara lewat akun Instagram resmi Timnas Suriname.
“Empat tahun lalu, saya sudah mengajak Clarence Seedorf untuk posisi ini, tapi saat itu waktunya belum tepat. Sekarang, ini adalah momen yang sempurna bagi Clarence dan Patrick untuk memulai perjalanan indah bersama Suriname,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Misi mereka spesifik: mempersenjatai skuad Suriname dengan pengalaman kelas dunia demi mengatasi Bolivia di play-off tanggal 26 Maret nanti. Kalau berhasil menang, tantangan selanjutnya adalah Irak di partai final. Satu tiket terakhir ke Piala Dunia jadi taruhannya.
Buat Patrick Kluivert, tantangan ini terasa seperti misi penebusan. Pelatih yang sempat menangani Timnas Indonesia ini baru saja mengakhiri tugasnya dengan Garuda pada Oktober 2025 lalu. Hasilnya? Nggak terlalu menggembirakan. Kekalahan tipis dari Irak dan Arab Saudi di babak kualifikasi Piala Dunia meninggalkan rasa kecewa yang mendalam.
Sekarang, dengan Suriname yang dihuni banyak pemain diaspora berlaga di liga top Eropa, Kluivert dapat kanvas baru. Menariknya, jika jalur pertandingan nanti mempertemukan Suriname dengan Irak lagi di final, itu akan jadi kesempatan emas bagi Kluivert. Bukan cuma balas dendam atas kegagalan dulu, tapi juga menorehkan sejarah dengan membawa tanah leluhurnya ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Bangun 30–40 Proyek Hilirisasi Baru demi Hentikan Ekspor Bahan Mentah
Polisi Bekuk Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar Kurang dari 12 Jam, Dipicu Pertengkaran Sepak Bola
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Klinik Kecantikan Ilegal, 15 Pasien Alami Cacat Permanen
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026