Pesantren Minta Menag Batalkan Rencana Perayaan Natal Bersama
Bogor Rencana Kementerian Agama menggelar perayaan Natal bersama buat pertama kalinya mendapat respons keras. Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) secara tegas meminta Menteri Agama Nasaruddin Umar membatalkan acara tersebut.
Imbauan itu disampaikan langsung oleh Sekjen BKsPPI, Dr KH Akhmad Alim. Dalam pernyataan sikapnya yang dikeluarkan Selasa lalu, Alim meminta Kemenag memberi ruang bagi umat Nasrani merayakan Natal sesuai keyakinannya sendiri.
Begitu penegasannya. Tak cuma ke pemerintah, imbauan serupa juga ditujukan untuk umat Islam di seluruh Indonesia. BKsPPI meminta mereka tidak ikut serta dalam ritual Natal bersama. Alasannya, khawatir hal itu bisa mengganggu akidah. Di sisi lain, langkah ini juga disebut sebagai bentuk memberi kesempatan kepada saudara Nasrani merayakan hari besarnya dengan tenang.
Lalu, apa alasan di balik sikap tegas ini? Menurut penjelasan BKsPPI, Islam secara prinsip melarang sinkretisme istilah untuk mencampuradukkan ajaran agama yang berbeda.
Artikel Terkait
Sosiolog IPDN Usul Pilkada Asimetris sebagai Solusi Polemik Demokrasi Lokal
Keluarga di Pondok Bambu Masih Berdoa untuk Yoga, Operator Foto Udara di Pesawat Hilang Kontak
Damaskus Umumkan Gencatan Senjata Penuh dengan Pasukan Kurdi
Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta