"Mayoritas wilayah Kota Padang kan sumber airnya lumpuh. Terdampak banjir bandang dan tertutup lumpur tebal. Nah, supaya kebutuhan masyarakat tetap jalan, kami ambil air dari sumur bor PDAM itu untuk disalurkan," ujarnya, Selasa (2/12).
Operasional di lapangan ditangani tiga orang: satu sopir dan dua operator tangki. Memang, PMI bukan satu-satunya yang bergerak. PDAM, BPBD, PU, dan Damkar juga turun tangan mendistribusikan air bersih. Tapi peran mereka yang konsisten keliling itu yang benar-benar terasa.
Selain truk tangki, PMI juga menempatkan dua unit toren berkapasitas 1.000 liter di beberapa titik pengungsian. Toren-toren itu diangkut pakai pick-up, memastikan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda tetap punya akses air minum.
Korban Jiwa Mencapai 686 Orang
Dampak bencana ini sungguh tragis. Hingga berita ini ditulis, korban jiwa dari banjir, banjir bandang, dan longsor di tiga provinsi Sumbar, Sumut, dan Aceh telah mencapai 686 orang. Cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar jadi pemicu utamanya.
Namun begitu, banyak yang menyoroti faktor lain. Kondisi ekologi atau kerusakan lingkungan, menurut sejumlah pihak, ikut memperparah dampak bencana yang terjadi.
Artikel Terkait
Akun IndepenSumatera Dituding Rasis, Grok Anggap Itu Kritik Sistem
Guru Besar Unair: Kriminalisasi Satire Ancaman Serius bagi Demokrasi
Rismon Sianipar Tantang Eggi Sudjana: Silakan Minggir dari Lapangan!
Target Pajak 2025 Jeblok Rp 271 Triliun, Proyek Yayasan Jadi Sorotan