"Kita menilai sendiri juga, mana-mana yang mampu, yang mana yang tidak. Yang kita anggap mampu pun kita bantu. Apa lagi yang mengatakan sudah nggak mampu,"
imbuh Tito.
Daerah yang Terkunci
Penjelasan Tito lebih lanjut menggambarkan betapa rumitnya medan di Aceh Tengah. Mobilisasi alat berat nyaris mustahil. Daerah itu seperti terkunci, terputus dari akses utara maupun selatan.
"Bagaimana mungkin kemampuan Pemda Aceh Tengah untuk melakukan mobilisasi alat berat, untuk memperbaiki jembatan, memperbaiki jalan-jalan yang pecah, patah, memperbaiki yang longsor, tertutup. Karena dia terkunci dari utara, dari Lhokseumawe, juga terkunci dari selatan,"
paparnya.
Jalan-jalan betul-betul putus. Karena itulah, Tito meminta semua pihak untuk tak hanya melihat secarik surat pernyataan. Lihatlah kondisi di lapangan yang sebenarnya.
"Jadi tolong teman-teman juga kalau melihat satu surat, jangan hanya melihat suratnya saja, lihat kondisinya,"
pungkasnya.
Artikel Terkait
Dua Aktivis Pati Bebas Bersyarat Usai Divonis 6 Bulan Penjara
Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Takalar
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo
Pemerintah Pastikan Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Masih Aman