Rapat koordinasi tingkat menteri digelar Kamis lalu (5/3) untuk membahas penanganan pengungsi di Sumatera. Dalam pertemuan hybrid dari Kantor Kemendagri Jakarta, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satgas PRR, mendesak agar hunian sementara atau huntara yang ada dimanfaatkan secara optimal.
“Yang di tenda ini bisa dimasukkan ke tempat titik lain yang huntaranya kelebihan. Saya lihat triknya seperti itu,” ujar Tito.
Pernyataannya itu menegaskan fokus utama pemerintah: memindahkan dulu pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat. Sementara untuk mereka yang sudah menempati gedung pemerintah atau meunasah, penanganannya bisa menyusul. “Kalau yang di tenda memang harapan dari masyarakat, dari kepala daerah, yang di tenda ini yang jadi prioritas,” lanjutnya.
Namun begitu, situasinya tidak seragam di semua daerah. Tito menyoroti Aceh Tamiang sebagai contoh. Di sana, jumlah pengungsi ternyata masih jauh lebih besar daripada ketersediaan huntara. “Tamiang ini cukup banyak jumlahnya. Dan kemudian huntaranya kurang memang,” tambahnya.
Artikel Terkait
Spanyol, Ceko, dan Pakistan Evakuasi Ribuan Warga dari Zona Konflik Timur Tengah
Bayi Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pasar Minggu, Polisi Lacak Orang Tua dan Surat Misterius
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1,2 Kilometer
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan Ormas Islam Bahas Persiapan Lebaran dan Geopolitik