Ia menegaskan bahwa statistik korban akan terus diperbarui setiap hari. Soal upaya pencarian, Clemens menyebut kerja sama dengan pihak keamanan setempat berjalan sangat erat.
"Kami di KJRI, bersama otoritas lokal, terus bekerja keras memetakan dan melacak di mana para WNI ini berada," jelas Clemens.
Di sisi lain, angka korban jiwa dari bencana ini terus membengkak. Per hitungan Senin, totalnya sudah mencapai 146 orang meninggal. Tragedi ini menyoroti betapa padat dan rentannya hunian bagi para pekerja migran di sana.
Memang, Hong Kong dikenal sebagai tempat tinggal bagi sekitar 370 ribu pekerja migran asing. Mayoritas dari mereka, seperti kita tahu, berasal dari Indonesia dan Filipina yang mencari nafkah jauh dari kampung halaman. Kini, di balik gemerlap kota, ada duka yang memilukan.
Artikel Terkait
Anjir Jadi Bumbu Wajib: Ketika Makian Kehilangan Taring di Mulut Kaum Muda
Kemenangan Publik: Ijazah Jokowi Tak Lagi Jadi Dokumen Rahasia
Menteri Kesehatan: Stigma, Tantangan Terbesar Pengentasan Kusta di Indonesia
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian