Menara Putih Damaskus: Titik Temu Nabi Isa dan Pasukan Terakhir

- Jumat, 02 Januari 2026 | 14:20 WIB
Menara Putih Damaskus: Titik Temu Nabi Isa dan Pasukan Terakhir

✍🏻 M Rizki Fauzi

Suriah, bagi banyak kalangan, bukan sekadar lokasi geografis. Ia lebih dari itu sebuah garis pemisah. Di sana, kebenaran dan kebatilan seolah menemukan batasnya yang paling jelas. Memang, tak semua yang menyatakan diri pro-Palestina akan serta-merta sepakat dengan kondisi Suriah hari ini. Tapi, sebaliknya, mereka yang berdiri di pihak Suriah saat ini, hampir bisa dipastikan, juga berpihak pada perjuangan kaum muslimin di Palestina.

Dan di tanah inilah, konon, pasukan terbaik nantinya akan melaksanakan sholat bersama Nabi Isa alaihissalam.

Ceritanya berawal dari sebuah riwayat. Dari An Nawwas bin Sam’an, ia berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebut-nyebut Dajjal. Suara beliau kadang lirih, kadang mengeras, sampai-sampai kami mengira makhluk itu bersembunyi di balik rumpun pohon kurma di dekat kami…”

“Nah, di saat Dajjal sedang dalam puncak kekuatannya itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun. Tempatnya di sebelah timur Damaskus, tepatnya di sebuah menara putih. Ia mengenakan dua lapis pakaian yang dicelup wars dan za’faran. Kedua tangannya bertumpu pada sayap dua malaikat. Setiap kali ia menunduk, air menetes. Setiap kali ia angkat kepala, butiran air bercucuran bak mutiara. Bau napasnya begitu harum, menjangkau sejauh mata memandang, dan mematikan bagi setiap kafir yang menciumnya. Isa lalu mencari Dajjal, bertemu di gerbang Ludd yang letaknya di Palestina, sekitar 15 km dari Tel Aviv dan membunuhnya di sana.”


Halaman:

Komentar