Asap sudah sirna, tapi kepedihan masih terasa pekat. Pekan lalu, kobaran api melalap apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong, meninggalkan duka yang dalam bagi banyak keluarga. Hingga kini, puluhan Warga Negara Indonesia masih dinyatakan hilang. KJRI Hong Kong pun tak berhenti berupaya mencari mereka.
Kebakaran mengerikan itu, yang terjadi di kompleks berisi dua ribu unit hunian, telah merenggut nyawa sembilan WNI. Sayangnya, daftar korban belum bisa ditutup. Jumlah rekan sebangsa yang belum ditemukan disebut masih terus berubah-ubah.
Menurut Clemens Triaji Bektikusuma dari Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong, data terakhir yang mereka pegang cukup mencengangkan.
"Per Minggu sore kemarin, ada 42 WNI yang belum bisa kami konfirmasi keberadaannya. Tapi angka ini dinamis, bisa saja berubah seiring perkembangan pencarian hari ini," ujarnya, Senin (1/12).
Artikel Terkait
Kemenangan Publik: Ijazah Jokowi Tak Lagi Jadi Dokumen Rahasia
Menteri Kesehatan: Stigma, Tantangan Terbesar Pengentasan Kusta di Indonesia
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian
Banjir Rendam Rel, Delapan Kereta Jakarta-Semarang Terhambat