Mobil Jadi Rumah Darurat di Tengah Runtuhnya Jalan
Bagi sebagian orang, mobil yang tadinya untuk transportasi, kini berubah fungsi jadi tempat tinggal darurat. Itulah yang dialami Indriani Chaniago dan keluarganya. Mereka berasal dari Desa Halangan Julu di Tapanuli Tengah, tapi kini terjebak jauh di Desa Sibalanga, wilayah Tapanuli Utara. Bersama suami, anak balitanya, serta beberapa anggota keluarga lain, mereka bertahan di dalam sebuah Toyota Kijang sewaan.
Kalau kamu lihat sekilas, mobil itu tak lagi seperti kendaraan biasa. Di bagasi yang terbuka, terlihat pakaian-pakaian dijemur. Di dalamnya, ada ayunan kecil untuk anak. Suasana itu menggambarkan betapa mereka harus beradaptasi dalam situasi yang serba tak menentu.
Yang paling dikhawatirkan Indriani adalah kondisi anaknya yang masih dua tahun. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, dia bercerita betapa sulitnya mencari makanan untuk buah hatinya. “Anak saya sangat sulit mencari makanan,” ujarnya.
Menurutnya, jeritan yang sama juga dirasakan warga di desanya, Halangan Julu. Mereka terisolasi, terputus dari bantuan.
"Di Desa Halangan Julu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah belum ada memberikan bantuan logistik berupa makanan atau sembako."
Sebenarnya, akses menuju pusat kecamatan di Tukka biasanya hanya memakan waktu satu jam. Tapi sekarang? Semua terputus. Jalan di perbatasan Parsikaman menuju Sibolga ambruk. Yang dia harapkan cuma satu: jalan di perbatasan Parsikaman menuju Sitauis cepat-cepat dibuka agar warga tak lagi terkurung.
Sementara itu, upaya pembersihan terus dilakukan. Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri berjibaku membersihkan material longsor dan tumpukan kayu gelondongan yang memblokir jalan. Beberapa alat berat seperti Beko Loader, Excavator, dan Long Arm dikerahkan untuk mempercepat proses. Di sisi lain, tenda-tenda pengungsian dari BNPB dan Kementerian Sosial sudah disiapkan di Kecamatan Sibalanga untuk menampung warga yang terdampak bencana ini.
Namun begitu, bagi mereka yang masih bertahan di dalam mobil, bantuan itu terasa masih jauh. Mereka menunggu, berharap jalan segera pulih, agar bisa kembali ke rumah masing-masing.
Artikel Terkait
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara
Unpad Nonaktifkan Guru Besar Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Mahasiswi Asing
Situasi Yahukimo Kembali Tenang Pasca Kontak Tembak dengan KKB