Sesepuh NU Gelar Pertemuan Darurat, Desak Penyelesaian Konflik di Tubuh PBNU

- Senin, 01 Desember 2025 | 01:42 WIB
Sesepuh NU Gelar Pertemuan Darurat, Desak Penyelesaian Konflik di Tubuh PBNU
Pertemuan Kiai Sepuh NU di Kediri

Suasana Pondok Pesantren Al-Falah di Ploso, Kediri, pada hari Minggu itu terasa berbeda. Para kiai sepuh Nahdlatul Ulama berkumpul, membicarakan satu hal yang sedang menggelisahkan: dinamika konflik di tubuh PBNU.

Pertemuan ini dihadiri oleh sederet nama besar. Ada KH Anwar Manshur dari Lirboyo, KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso, dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus, juga dari Lirboyo. Tak ketinggalan, KH Ma'ruf Amin dan KH Said Aqil Siroj turut hadir, meski lewat sambungan Zoom. Beberapa kiai lain seperti KH Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean), KH Kholil As’ad (Situbondo), KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Umar Wahid, dan KH Abdulloh Ubab Maimoen juga menyertai, baik langsung maupun virtual.

Menurut Gus Muid, atau KH Abdul Muid Shohib, para sesepuh itu memendam rasa prihatin yang mendalam. Mereka melihat kondisi di PBNU dan berharap ada jalan keluar terbaik. Islah, atau perbaikan diri, menjadi harapan bersama.

“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyerukan kepada para pihak di PBNU yang sedang berkonflik agar bisa menahan diri, menghentikan pernyataan-pernyataan di media,” jelas Gus Muid dalam keterangan persnya di Kediri, Minggu itu.

Ia menegaskan, apalagi jika pernyataan itu berpotensi membuka aib dan merusak marwah organisasi.

Di sisi lain, forum itu juga mengimbau seluruh jajaran NU, mulai dari tingkat cabang hingga wilayah, untuk tetap tenang. Mereka diminta fokus pada program dan kegiatan di daerah masing-masing, tanpa perlu larut dalam konflik yang terjadi di tingkat pusat.

“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mengajak seluruh warga NU untuk senantiasa menjaga ukhuwah nahdliyah serta menjunjung tinggi etika bermedsos,” ucapnya.

Tak lupa, ada pesan terakhir yang disampaikan dengan penuh ketulusan.

“Dan yang terakhir, Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mengimbau warga NU agar memperbanyak taqarrub kepada Allah SWT seraya memohon agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar terbaik yang paling maslahat,” tandas Gus Muid menutup pernyataannya.

Pertemuan itu sendiri berlangsung khidmat. Meski membahas masalah pelik, nuansa kebersamaan dan keprihatinan tetap terasa. Mereka seperti ingin mengingatkan semua pihak bahwa di atas segala perbedaan, ada harga diri organisasi yang harus dijaga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar