Rating Indonesia Dipertahankan S&P, Emas Dunia Menguat, dan Laporan Pajak Tembus 11,22 Juta

- Jumat, 17 April 2026 | 09:15 WIB
Rating Indonesia Dipertahankan S&P, Emas Dunia Menguat, dan Laporan Pajak Tembus 11,22 Juta

Kamis, 16 April 2026, diwarnai sejumlah perkembangan penting di ranah ekonomi yang menarik perhatian. Dari urusan kredit macet sampai laporan pajak, berita-beritanya cukup beragam dan punya dampak langsung buat banyak orang. Nah, berikut ini beberapa poin yang menonjol dan layak disimak.

Urus Rapor Kredit Jelek di SLIK OJK? Ini Katanya Caranya

Punya catatan buruk di Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK? Tenang, kabarnya ada jalan untuk 'memutihkan' rapor kredit itu. Dengan langkah-langkah tertentu, masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengajukan pinjaman dikabarkan punya peluang untuk memperbaiki situasinya. Informasinya sendiri dirujuk dari smsfinance.co.id.

Harga Emas Antam Turun, Tapi Cuma Sedikit

Di sisi lain, harga emas batangan Antam di butik resminya hari ini tercatat melemah. Penurunannya nggak besar, cuma Rp5.000 per gram dibanding harga kemarin. Dengan koreksi ini, harganya sekarang berada di posisi Rp2,888 juta per gram. Bagi yang mau beli, ini bisa jadi momen yang ditunggu.

Laporan SPT Tahunan Tembus 11,22 Juta

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak baru saja merilis update terbaru. Ternyata, pelaporan SPT Tahunan untuk Tahun Pajak 2025 sudah mencapai angka 11,22 juta. Angka ini terus bergerak naik. Selain itu, aktivasi akun Coretax DJP juga dilaporkan telah menyentuh 18,05 juta per 14 April lalu. Cukup signifikan, bukan?

Emas Dunia Menguat, Target USD5.005 Kian Dekat?

Sementara emas dalam negeri turun, tren di pasar global justru berkebalikan. Harga emas dunia masih menunjukkan sinyal penguatan yang solid. Analisis teknikal dan sentimen fundamental global yang positif mendorong aset safe haven ini. XAU/USD di chart harian masih terjaga tren bullish-nya, dan peluang untuk mendaki menuju level USD5.005 disebut-sebut semakin besar.

Kabar Baik dari Menkeu: Rating RI Tetap Investment Grade

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kabar menggembirakan dari Washington. Lembaga pemeringkat ternama, Standard & Poor's (S&P), memutuskan untuk mempertahankan rating Indonesia di level BBB. Outlook-nya juga stabil.

Ini jelas kabar baik. Status investment grade yang dipertahankan ini merupakan sinyal positif bagi iklim investasi di tanah air.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar