Siapa pun yang dianggap berseberangan dengan Amerika Serikat dan kawan-kawannya, bersiaplah. Label teroris sudah menunggu di depan mata.
Nicolás Maduro, presiden Venezuela, dan IM tak pernah sekalipun membom rumah sakit, sekolah, atau tempat ibadah. Mereka juga tak pernah membantai perempuan dan anak-anak. Toh, bagi Donald Trump, mereka adalah teroris.
Kenapa? Karena apa yang mereka lakukan dianggap mengganggu ketenangan hati Trump dan Israel sekutu setia Amerika.
Kita ingat bagaimana Presiden Suriah, Ahmad Al-Sharaa, dulu juga dicap teroris. Kepalanya dihargai jutaan dolar. Tapi begitu dia mulai "bermain cantik" dan dianggap ikut kemauan Trump, tiba-tiba statusnya berubah. Dari buronan jadi tamu terhormat.
Di sisi lain, lihatlah apa yang terjadi di Palestina. Pejuang Hamas mereka sebut teroris, padahal tawanan yang dibebaskan Hamas pulang dengan selamat, bahkan diperlakukan secara manusiawi.
Artikel Terkait
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal
Video 7 Menit Kasir Indomaret yang Viral: Hoaks atau Beneran Ada?